Inilah Tempat Wisata di Sultra Yang Punya Predikat “Ter….” di Dunia

Meskipun namanya tidak se mentereng sebagai kawasan wisata dunia di Jaman Now, namun ternyata sejumlah objek wisata di Sulawesi Tenggara yang kita cintai ini punya predikat “Terrrrrr…” di dunia. Kamu bangga? iya dong. Tapi tidak cukup hanya membanggakan, dengan predikat ini harusnya mendorong kita untuk berwisata sambil menjaga kelestariannya yaa, Gaees !!!!.

Benteng Wolio atau Keraton Buton sebagai Benteng Terluas di Dunia

Meriam dari zaman kolonial Belanda yang saat ini menjadi objek wisata di Keraton Buton. Foto: beritagar.id

Dengan luasnya yang mencapai 23.375 hektar dan panjang keliling 3 kilometer, benteng ini menghentak perhatian dunia setelah dinobatkan oleh Guiness of Record pada September 2006 dan rekor MURI sebagai benteng terluas di dunia.

Benteng ini didirikan pada abad ke-16 di Pulau Buton, tepatnya di Kota Baubau, di masa Sultan Buton III bernama La Sangaji yang bergelar Sultan Kaimuddin. Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang yang disebut lawa dan 16 emplasemen meriam atau  baluara, benteng ini terletak di puncak bukit yang cukup tinggi dengan lereng terjal. Menjadi bagian dari benteng, dibagian dalam terdapat masjid, dengan tiang bendera dengan tinggi 33 mean onon telah 400 tahun.

Taman Laut Wakatobi Atol Terbesar di Dunia

Keindahan terumbu karang pada salah satu spot selam di Wakatobi. Foto: www.xray-mag.com

Data The Nature Conservancy (TNC) menyebutkan, Wakatobi adalah salah satu atol terpanjang dan gugus terumbu karang terbesar dan terkaya di dunia. Gugus karang ini membentang dari Thailand, Malaysia, Philiphina, Indonesia, Timor Leste, Papua Nugini dan berakhir di Pulau Solomon. Jika ditarik garis perairan yang menghubungkan tiap negara tersebut, tergambarlah bentuk segitiga karang dunia, dimana gugus karang Wakatobi sebagai pusatnya.

Diresmikan tahun 1996, taman laut Wakatobi terdapat 750 dari 850 spesies koral yang ada di dunia. Taman Laut Wakatobi memiliki luas area 1,39 juta hektar dengan kedalaman yang bervariasi. Bagian terdalamnya mencapai 1.044 meter. Perairan Wakatobi juga menjadi rumah bagi ikan pari manta yang hanya terdapat di perairan tropis. Di bulan November, perairan Wakatobi pun sering dikunjungi oleh kawanan paus sperma, kawasan ini juga menjadi habitat bagi 90% jenis karang yang ada di dunia serta lebih dari 942 spesies ikan!… Hebatkan kan kan!!!

Sungai Tamborasi di Kolaka Utara, Sungai Terpendek Kedua di Dunia

Puluhan wisatawan menikmati sejuknya Sungai Tamborasi. Foto: wiways.blogspot.co.id

Sungai Tamborasi merupakan sungai yang mengalir dari dinding tebing di  Desa Tamborasi, Kecamatan Wolo, Kabupaten Kolaka Utara. Desa ini diapit oleh Pegunungan Tamborasi dan bersanding di Teluk Bone. desa ini diilhami lanskap yang menawan.Sungai Tamborasi menjadi legenda karena sungainya mengalir hanya sepanjang 20 meter dari hilirnya ke hulunya di Pantai Tamborasi.

Dengan jarak tersebut, sungai tamborasi berhasil memecahkan rekor sebagai sungai terpendek kedua di dunia setelah Sungai Reprua di Georgia yang mempunyai panjang 18 meter.

Namun sayangnya rekor ini belum tercatat di buku Guinness Book of World Records yang masih mencatat Sungai Roe di Amerika Serikat (60 meter) sebagai sungai terpendek di dunia. Padahal,  Sungai Tamborasi hanya membentang sepanjang 20 meter, lebih pendek dari Sungai Ombla di Kroasia (30 meter) yang tercatat sebagai sungai terpendek versi Wikipedia.

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) Sebagai Situs Ramsar Dunia

Sesuai dengan namanya, Rawa Aopa juga terdiri atas rawa yang kaya akan ikan. Foto: destinasian.co.id

Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) masuk dalam list situs ramsar dunia pada urutan 1944 pada 6 Maret 2011,bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Ramsar ke-41. Ramsar Site atau Situs Ramsar merupakan kawasan-kawasan yang ditetapkan untuk melindungi kelestarian dan fungsi lahan basah di dunia, sebagai salah satu aset lingkungan yang penting.

Selain berfungsi sebagai cadangan air, lahan ini juga dihidupi dan ditinggali oleh sejumlah besar jenis-jenis tumbuhan dan satwa. Situs Ramsar merupakan bagian terpadu dari keberlangsungan dan peradaban manusia, sebab lokasi lahan basah selalu memiliki air, makanan, perlindungan dan kebutuhan-kebutuhan yang diperulkan peradaban.

TN Rawa Aopa Watumohai memiliki dua lahan basah yang berperan penting dalam menunjang ekologis, hidrologis maupun sosek masyarakat sekitar. Di bagian utara terdapat Rawa Aopa (± 11.488 ha) serta Gunung Makaleleo sebagai daerah tangkapan air yang memasok debit air Rawa Aopa. Kawasan ini memiliki fungsi strategis sebagai perwakilan rawa gambut Sulawesi sekaligus daerah perlindungan burung air dan satwa migran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *